Pokja Bunda PAUD Bangka Barat Bersama Disdikpora Semarakkan MPLS Ramah di Kecamatan Jebus



Kegiatan MPLS di SD Negeri 1 Jebus, Selasa, (15/7)

Disdikpora — Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bangka Barat bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) terus mensosialisasikan program wajib belajar 13 tahun melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2025 di SD Negeri 1 Jebus, SD Negeri 2 Jebus, dan PAUD Mutiara Hati, Kecamatan Jebus, Selasa, (15/07/25).

Plt. Kepala Disdikpora Bangka Barat, Henky Wibawa, M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya dalam MPLS kali ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan sejak usia dini.

“Kami ingin menyemarakkan gerakan wajib belajar 13 tahun. Kehadiran kami di seluruh kecamatan menjadi bukti komitmen, terutama untuk mendorong satu tahun prasekolah yang kini menjadi bagian dari jenjang pendidikan wajib di Bangka Barat,” ujar Henky.

Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua, khususnya gerakan Teladan Ayah Indonesia, agar para ayah turut serta mengantar anaknya ke sekolah sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam proses pendidikan.

“Selama ini banyak ibu yang mengantar anak, kami ingin mulai mengajak peran ayah agar ikut aktif. Peran keluarga, khususnya ayah, sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak,” imbuhnya.


Henky menjelaskan bahwa satu tahun prasekolah menjadi pondasi awal sebelum anak melanjutkan ke jenjang SD. Anak usia 5–6 tahun diharapkan bisa mendapatkan pendidikan dasar di PAUD untuk membentuk karakter, akhlak, dan kesiapan belajar.

“Kalau pondasi PAUD-nya kuat, insyaallah jenjang pendidikan selanjutnya akan berjalan lebih baik. Anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi generasi Indonesia Emas pada tahun 2045,” jelasnya.

Henky juga mengajak seluruh orang tua untuk menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun pagi, ibadah, berolahraga, membantu orang tua, menjaga kebersihan, dan disiplin dalam istirahat malam.

Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Bangka Barat, Dina Mardiana, S.Sos., turut menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendampingi anak-anaknya di hari pertama masuk PAUD.

“Dengan mengenal lingkungan sekolah sejak awal, anak-anak akan terbiasa bersosialisasi, memiliki karakter, dan siap melanjutkan ke jenjang SD,” ungkapnya.


Ia menambahkan, anak yang pernah menempuh pendidikan PAUD akan lebih siap secara emosional, dibandingkan dengan anak yang langsung masuk SD tanpa pengalaman prasekolah.

“Biasanya anak yang belum PAUD bisa merasa canggung atau bahkan menangis selama seminggu. Tapi kalau sudah terbiasa di PAUD, anak-anak lebih mandiri,” ujar Dina.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bangka Barat dalam memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, guna mencetak generasi yang tangguh dan berkualitas sejak usia dini.