Bedah Film ala Pemuda Bangka Barat: Literasi Sosial dan Solidaritas di Tengah Liburan



Kegiatan program kerja bedah film disaat libur sekolah, Jumat (4/7)

Disdikpora - Pemuda Pelopor Bangka Barat bidang Pendidikan Prov. Kep Bangka Belitung Fakhrur Rozy bersama Pemuda Bangka Barat melakukan program kerja bedah film disaat libur sekolah, Mentok, Jumat (04/07/25).

Kegiatan ini dilakukan sebagai moment untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas antara orang tua dan anak, kegiatan ini murni di gagas oleh para pemuda Bangka Barat sebagai langkah awal untuk memperkuat literasi untuk mencegah hal-hal yang dapat menimbulkan kegiatan negatif pada anak-anak dan para pemuda.

Oji sapaan akrab  fakhrur Rozi menyampaikan bahwa dalam melaksanakan kegiatan menggandeng anak anak muda yang hobi ke warkop untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkontribusi dalam memajukan pemuda di Bangka Barat. 

"Saya tidak sendiri, saya mengajak 20 anak muda yang hebat dan punya semangat kebersamaan. Slogan kami adalah Pemuda Bergerak, Berdampak, Maju Bersama, Berdaya untuk Berdikari,” ungkap Oji.

Oji menuturkan bahwa kegiatan ini menggandeng anak-anak muda yang hobi ke warung kopi (warkop), untuk memberikan kesempatan kepada mereka berkontribusi dalam memajukan pemuda di Bangka Barat.

Melalui bedah film, para pemuda ingin menciptakan ruang diskusi ringan tapi bermakna, yang tidak hanya menumbuhkan kesadaran sosial, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua dan anak.


Kepala SD Negeri 4 Mentok, Wanda Setiawan, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif dan mampu menjadi alternatif positif di tengah liburan sekolah.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, bahkan digelar saat hari-hari besar nasional sebagai simbol penguatan nasionalisme di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Muhammad Aldi Pratama, selaku Koordinator Lapangan kegiatan ini, juga menyatakan dukungannya. Menurutnya, bedah film bukan hanya tentang tontonan, tetapi tentang membuka wawasan dan mengurangi potensi kegiatan negatif di kalangan remaja.

“Kegiatan ini membangun relasi, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap remaja, dan membentuk generasi muda yang lebih peka terhadap nilai sosial dan budaya,” kata Aldi.